Filsafat merupakan ilmu yang senantiasa ada dan menyertai kehidupan manusia.
Secara umum , Filsafat merupakan ilmu yang berusaha menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. berdasarkan pengertian umum ini, ciri-ciri filsafat dapat disebut sebagai usaha berpikir radikal,menyeluruh dan integral.
Pengertian Filsafat Pancasila
Filsafat Pancasila dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena pancasila merupakan hasil permenungan jiwa yang mendalam dilakukan oleh the founding fathers Indonesia yang di tuangkan dalam usaha sistem.
Secara umum Filsafat Pancasila adalah hasil berpikir atau pemikiran yang sedalam-dalamnya dari bangsa indonesia yang dianggap, di percaya dan di yakini sebagai kenyataan, norma-norma dan nilai-nilai yang benar, adil, bijaksana, dan paling sesuai dengan kehidupan dan kepribadian bangsa Indonesia.
Filsafat Pancasila dikembangkan oleh Soekarno sejak 1955 sampai kekuasaannya berakhir pada 1965. Pada saat itu Soekarno selalu menyatakan bahwa Pancasila merupakan Filsafat asli Indonesia yang diambil dari budaya dan tradisi Indonesia, serta merupakan akulturasi budaya India (Hindhu - Budha), Barat (Kristen) dan Arab (Islam).
Filsafat Pancasila dapat digolongkan sebagai Filsafat praktis sehingga Filsafat Pancasila tidak hanya mengandung pemikiran yang sedalam-dalamnya atau tidak hanya bertujuan mencari, tetapi hasil pemikiran yang berwujud.
Filsafat Pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (way of life atau weltanschauung) agar hidup bangsa Indonesia dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akherat.
Jenis-Jenis Filsafat
Filsafat dibagi beberapa jenis sebagai berikut yaitu:
1. Filsafat Materialisme ; paham seseorang yang berpandangan bahwa materi merupakan sumber kebenaran dalam kehidupan.
2. Filsafat Hedonisme ; paham yang dianut orang-orang yang mencari kesenangan semata-mata.
3. Filsafat Liberalisme ; paham seseorang, bahwa dalam kehidupan masyarakat dan negara adalah kebebasan individu.
4. Filsafat Sekularisme ; paham seseorang yang memisahkan antara kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan dengan kehidupan agama.




